Total Tayangan Halaman

Tampilkan postingan dengan label Filsafat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Filsafat. Tampilkan semua postingan

Kamis, 08 Maret 2012

MUNGKIN BENAR....

0 komentar

MUNGKIN BENAR....(Pembahasan tentang Kung Tek)

Diambil dari arsip diskusi di http://siutao.com
Diskusi antara SHAN MAO, FOX, Tjing Wen, Tommy Wong999, Sponbob, Jungthat dan Reds Dragon, pada November 2007.

Saya pernah berpikir, kemungkinan memang benar kalau orang yang kaya harta dan kaya akan keinginan untuk berbuat amal dengan tulus itu lebih disayang TAO, dari pada orang yang ngak punya apa2, tapi justru malah sering nge’gerundel secara sirik dan menyebarkan gossip dimana2 untuk memusuhi orang kaya !!!  Bagi kita Umat TAO memang semua orang itu baik orang “Kaya”, “Miskin” ataupun “Setengah Miskin”, diberikan kesempatan yang sama untuk berbuat “Kong Tek” (amal kebajikan).
Namun rasanya saya bisa memahami kalau ada yang mengatakan bahwa : “Orang kaya yang selalu berbuat amal kebajikan dengan tulus, akan lebih disayang oleh TAO, dari pada orang miskin yang kikir untuk berbuat “Kong Tek” (amal kebajikan) !!!    Makanya kita yang SIUTAO dengan benar, seharusnya bisa selalu berusaha mempersiapkan diri dalam segala aspek kehidupan, agar Dewa/Dewi (Shen/Shien) berkenan memberikan segala bentuk HOKI kepada kita, yang nantinya akan sangat berguna bagi diri kita untuk mencapai “TEK TAO” (mendapatkan TAO).
Percayalah bahwa Dewa/Dewi (Shen/Shien) hanya akan memberikan HOKI kepada Umat yang memang telah siap menerima HOKI tersebut, kalau belum apa2 sudah berniat menjadi orang malas dan miskin, maka percayalah, itu juga akan terkabul berkat kemauan dirinya sendiri. Ha… ha… ha…
“Kesempatan berbuat Kung Tek” adalah sama bagi siapapun juga, karena perbuatan “Kung Tek” tidak melulu dengan harta saja !!!   Nah sekarang kalau ada dua orang yang sama tingkatan moralnya, yang satu kaya raya, dan yang satu miskin habis, maka jelas terlihat kalau cuma manusianya saja yang sama dan tak ada bedanya.    Tapi yang kaya harta, tetaplah menang satu modal, yaitu kekayaannya itu, sehingga kalau dibilang dalam menggapai kesempatan berbuat Kung Tek, jelas yang kaya harta lebih menguntungkan donk !!!
Hanya saja, kita harus tetap waspada, karena harta benda sering dapat membutakan mata hati seseorang, sehingga sering orang yang kaya raya melupakan TAO YANG MAHA AGUNG.   Sehingga sering kali kita bisa dengar perkataan dari mulut orang kaya raya yang keblinger berkata bahwa : “Dia sudah tidak membutuhkan TAO lagi !!!”    Namun, yah… wajarlah, karena Kekayaannya itu telah membuat dia jadi “Buta”.
Lain lagi kalau sudah MISKIN masih menyebar kebodohan dengan mengatakan bahwa TAO ITU TIDAK ADA !!!   Kalau ini sih hanya bisa dimaklumi sajalah…  bahwa memang dia itu merupakan KETURUNAN ORANG ber-IQ JONGKOK.
Nah dengan demikian kita bisa mengerti bahwa : “Sebagai orang yang SIUTAO, tidak boleh takut menjadi kaya, karena jika SIUTAO-nya benar, walaupun kaya seperti apapun, tetap saja dia tidak akan diperbudak oleh harta kekayaannya !!!”    Malahan sebaliknya, dia bisa menggunakan segala kekayaannya itu, dijalan SIUTAO dengan cara yang tepat guna !!!    Sehingga bisa menjadi semakin kaya, baik didalam hal keduniawian maupun spiritualitasnya.
Sedangkan bagi yang belum terlalu kaya, mestinya kita juga harus bisa “mempersiapakan diri”, dengan belajar pengetahuan Ajaran Agama TAO yang lebih baik, belajar ketrampilan2 agar bisa memiliki penghidupan yang lebih baik lagi.    CIANG TAO dengan benar, membantu acara2 ritual keagamaan dengan sekuat tenaga, giat bekerja dan belajar sambil berdoa dengan tekun.   Setelah semuanya siap, maka yakinlah pasti akan tiba gilirannya bahwa anda juga merupakan orang kaya berikutnya.    Ha… ha… ha…
Pesan Moralnya : “BAGI YANG SUDAH KAYA, HARUS SELALU INGAT BAHWA KEKAYAANNYA ITU TIDAK AKAN BISA DIBAWA MATI, BAGI YANG MASIH MISKIN JANGAN PUTUS ASA DALAM MEMPERSIAPKAN DIRI MENYONGSONG HOKI DARI TAO !“
Di dalam Ajaran Agama TAO, kita disarankan untuk hidup secara sederhana, apakah ini berarti kita tidak boleh untuk senantiasa mengejar harta kekayaan ?    Padahal, biasanya manusia itu selalu berambisi untuk mencari harta sebanyak2nya dan jika tidak mempunyai usaha/semangat/motivasi yang tinggi, maka akan sulit untuk bisa sukses dan menjadi orang kaya.    Lalu, secara alamiah bagaimana cara kita untuk bisa menjadi orang kaya secara benar ?   Boleh saja khan, kita mengejar harta kekayaan SEMBARI hidup secara sederhana. Jaman semakin “rawan”, ada baiknya orang yang sudah kaya sekalipun bisa selalu hidup secara sederhana.
AGAMA TAO tidak melarang orang menjadi kaya harta apalagi kaya batin, bahkan dianjurkan keduanya kalau bisa di SIU (dijalankan) pada waktu yang bersamaan.   Untuk itu ada pepatah yang populer dalam AGAMA TAO mengatakan : “JUN ZI AI JAI, QI ZHI YOU TAO” artinya Manusia sejati juga membutuhkan harta benda, memperolehnya harus dengan cara2 yang sesuai dengan Ajaran AGAMA TAO.    “JAI BU LU YAN, SHENG HUO JIN JIAN, XIAO YAO ZI CAI, HUO BU LING MEN” artinya Tidak pamer kekayaan, hidup sederhana dan rajin bekerja, hati santai selalu mengikuti alamiah, malapetaka akan selalu jauh dari dirinya.
Nah…, dari kedua ungkapan ini, kita bisa tahu bahwa untuk menjadi manusia sejati haruslah selalu bisa mengembangkan diri di dalam segala bidang kehidupan, tentunya dalam hal2 yang positif lho !!!    Dengan demikian, tentunya secara alamiah kita sudah bisa mempersiapkan diri menjadi orang yang sukses, termasuk sukses untuk menjadi orang kaya.
Sehingga mau tidak mau, berambisi atau tidak, pasti kesempatan akan datang menghampirinya, tinggal bagaimana menentukan “Jalan”nya, mau jadi orang kaya yang seperti apa ???    Bagi saya pribadi, kalau bisa sih… menjadi orang yang kaya batin sekaligus kaya harta, sehingga saya bisa tetap hidup sederhana dan tetap banyak berbuat “Kung Tek” (amal kebajikan) !!!    Ha… ha… ha…
Itulah pentingnya kita belajar AGAMA TAO, supaya kita bisa mempersiapkan diri secara lahir dan batin, dalam menyongsong kesuksesan dikemudian hari !!!    Dengan berpedoman, kalau berhasil yah… kita bersyukur, kalau belum berhasil, yah… harus tetap bersyukur juga, dengan tetap selalu merevisi diri (SIUTAO).
Memang ada ungkapan yang mengatakan “JAI MI XIN JIAO, BU DE SHAN ZHONG” yang artinya harta benda sering membutakan mata hati, sehingga banyak yang berakhir secara menyedihkan !!! Artinya, kekuatan “magic” harta benda itu sangat besar, rayuan harta benda sering membuat orang kehilangan hati nurani !!!    Disinilah pentingnya Umat AGAMA TAO untuk selalu waspada dan selalu berpegang teguh kepada Ajaran AGAMA TAO, supaya kita tidak jatuh menjadi “Budak Harta” seperti kebanyakan manusia awam.
Besar kecilnya “Kung Tek”, tidak ditentukan oleh penilaian manusia, oleh karena itu carilah selalu kesempatan untuk berbuat “Kung Tek”,  “Kung Tek” adalah perilaku yang terbaik umat manusia.    Jadi… ngak usah dipikirkan seberapa besar “Kung Tek” yang dapat kita perbuat, sekecil apapun bantuan yang dapat kita berikan, pasti bermanfaat bagi orang lain.
Ingat sebuah pepatah dalam hal membantu seseorang yaitu : “Lebih baik memberi kail/pancing dari pada memberi ikan !“    Tapi ada satu hal lagi yang tidak boleh kita lupakan,  jangan lupa…  berdayakan terlebih dahulu diri sendiri dengan meningkatkan kemampuan diri, baru bisa menolong orang lain.
Ini sesuai dengan anjuran : “Sebelum menolong orang lain, harus bisa menolong diri sendiri dulu !!!”

Hidup adalah Pilihan

0 komentar
Ada 2 bibit tanaman yang terhampar di sebuah ladang yang subur. Bibit yang pertama berkata, "Aku ingin tumbuh besar,aku ingin menjejakkan akarku dalam2 di tanah ini dan menjulangkan tunas2ku diatas kerasnya tanah ini. Aku ingin membentangkan semua tunasku untuk menyampaikan salam musim semi. Aku ingin merasakan kehangatan matahari dan kelembutan embun pagi di pucuk2 daunku"...Dan bibit itupun tumbuh,makin menjulang...

Bibit yang kedua berguman..."Aku takut,jika kutanamkan akarku ke dalam tanah ini,aku tak tahu apa yang akan kutemui dibawah sana.Bukankah disana sangat gelap? Dan jika kuteroboskan tunasku keatas,bukankah nanti keindahan tunas2ku akan hilang? Tunasku ini pasti akan terkoyak.Apa yang akan terjadi jika tunasku terbuka,dan siput2 mencoba untuk memakannya? Dan pasti jika aku tumbuh dan merekah,semua anak kecil akan berusaha untuk mencabutku dari tanah. Tidak! Akan lebih baik jika aku menunggu sampai semuanya aman"...Dan bibit itupun menunggu dalam kesendirian.
Beberapa pekan kemudian seekor ayam mengais tanah itu,menemukan bibit yang kedua tadi dan menaploknya segera.

Memang selalu ada saja pilihan dalam hidup. Selalu saja ada lakon2 yang harus kita jalani. Namun seringkali kita berada dalam kepesimisan,kengerian,keraguan,kebimbangan2 yang kita ciptakan sendiri. Kita kerap terbuai dengan alasan2 untuk tak mau melangkah,tak mau menatap hidup.
Karena hidup adalah pilihan, maka hadapilah itu dengan gagah..Dan karena hidup adalah pilihan,maka pilihlah dengan bijak... 

10 Nasehat Bijak Einstein Tentang Hidup Sukses

0 komentar
Tak perlu bersiap-siap mengernyitkan kening, kita hanya akan membahas ringan tentang filosofi hidup singkat Einstein.

Tidak ada Fisika, nuklir, atau hal-hal jenius lainnya. Hanya hal kecil tapi sering terlupakan, padahal berpengaruh besar terhadap kehidupan kita. Apa saja nasehat bijak Einstein? Yuk kita lihat.
1. Buntuti Terus Rasa Ingin Tahu Anda 
"Saya bukan memiliki bakat khusus. Hanya selalu menikmati rasa ingin tahu saja."
Membaca kutipan Einstein di atas membuat kita bertanya-tanya. Seperti apa rasa ingin tahu itu? Saya selalu bertanya-tanya mengapa ada orang sukses, sementara banyak lainnya gagal?

Karena itu banyak-banyaklah menghabiskan banyak waktu membaca banyak bahan. Mencari tahu koneksi berbagai hal terhadap kata 'sukses'. Mengejar jawaban rasa ingin tahu Anda adalah kunci rahasia kesukesan. 


2. Tekun itu Tak Ternilai
 

"Saya bukannya pintar, boleh dikatakan hanya bertahan lebih lama menghadapi masalah."
Bayangkan seekor kura-kura di tengah rimba gunung, sementara dia ingin menuju pantai. Atau, apakah Anda setekun tunas mangga terus-menerus bertumbuh, berkembang sehingga akhirnya berbuah?

Ada ungkapan bagus yang popular di kalangan pegawai pos, 'Selembar prangko menjadi bernilai hanya karena ketika dia menempel pada surat hingga mengantarnya sampai ke tujuan'. Jadilah seperti prangko, selesaikan apa yang sudah Anda mulai. 


3. Fokus pada saat ini.
 

"Seorang pria yang bisa menyetir dengan aman sementara mencium gadis cantik, sebenarnya tidak memberi penghargaan yang layak untuk ciumannya itu."
Einstein kok ngomongin tentang ciuman ya? Ah, itu kan hanya istilah saja, Tapi saya ingin cerita tentang kejadian ketika sesorang menjaga kebun duren di kebun. 

Begitu banyak kera seperti menunggu si penjaga lengah dan menyikat durian ranum di atas pohon. Kemudian seorang lainnya berkata, bahwa Anda tak akan bisa menembak dua kera sekaligus. 

Pengertian yang bisa disimpulkan atas kata-kata tersebut adalah, 'Seseorang bisa melakukan banyak hal, tapi bukan semua hal sekaligus'. 

Belajar untuk 'berada di sini, saat ini', berikan perhatian kepada apa yang sedang Anda kerjakan. Energi terfokus adalah sumber kekuatan. Itulah perbedaan antara kesuksesan dan kegagalan. 


4. Imaginasi adalah kekuatan
 

"Imaginasi adalah segalanya. Imaginasi adalah penarik masa depan. Imaginasi lebih penting daripada pengetahuan."
Ungkapan Einstein ini sangat terkenal. Apakah Anda berimajinasi setiap hari? Imaginasi lebih penting dari pengetahuan! 

Imaginasi memainkan satu babak awal dalam pentas hidup masa depan Anda. Lagi, kata Einstein, "Tanda kejeneniusan sesungguhnya bukanlah pengetahuan melainkan imaginasi."

Sekali lagi, apakah Anda sudah melatih otot-otot imaginasi Anda setiap hari? Jangan biarkan otot-otot itu menjadi kurus dan sakit-sakitan. 

Hidup tanpa imajinasi seperti mengikuti aliran sungai, pasrah mengikuti apapun kemauan dan ke mana arahnya. Tak memiliki kuasa atas apapun terhadap pilihan ataupun keinginan. Menyedihkan. 


5. Buat Kesalahan
 

"Seseorang yang tidak pernah membuat kesalahan sebenarnya tak pernah mencoba sesuatu yang baru."
Einstein tak pernah takut dengan kesalahan. Tak perlu alergi dengan kesalahan. Catat baik-baik, KESALAHAN bukan KEGAGALAN. 

Dua hal tadi berbeda. Kesalahan-kesalahan dapat membantu Anda menjadi lebih baik, lebih cepat, lebih cerdas, jika Anda menggunakannya dengan tepat tentunya.

Carilah sesuatu berbau baru (something new) dari kesalahan Anda. Seperti sudah dibilang sebelumnya, jika ingin sukses, belajar lebih banyak dari kesalahan Anda. 


6. Hidup pada saat ini
 

"Saya tak pernah memikirkan masa depan–itu akan datang sesaat lagi."
Satu-satunya jalan agar hidup Anda baik dimasa depan adalah hidup dengan baik pada saat sekarang. Ah, lagi-lagi nasehat bijak untuk menyikapi waktu dengan tepat oleh pakar fisika quantum Einstein.

Sangat tak mungkin mengubah kemarin karena sudah terjadi. Yang bisa Anda lakukan sekarang adalah mengubah cara pandang Anda saat ini tentang kemarin agar menjadi lebih baik. 

Anda juga tidak bisa mengubah besok menjadi lebih baik, kecuali jika Anda melakukan yang terbaik pada saat ini. Masalahnya hanya tentang waktu, dan waktu tidak pernah ke mana-mana kok. 


7. Hargai diri Anda
 
"Berusahalah dengan keras bukan untuk menjadi sukses, tapi untuk menjadi lebih berharga."
Tak perlu lah banting tulang untuk menjadi lebih sukes. Luangkan waktu Anda untuk menaikkan nilai diri Anda. 

Jika Anda memang bernilai, sukses akan datang menghampiri Anda. Apakah Einstein bekerja lebih keras untuk sukses? Mungkin dia hanya terus menerus berinvestasi untuk meningkatkan nilai dirinya. Sukses datang sendiri kepadanya.

Kenali bakat dan berkah karunia-Nya kepada Anda. Belajarlah mengasah mereka menjadi lebih tajam, gunakan untuk memberi manfaat sebanyak-banyaknyak kepada orang lain.

Bekerjalah untuk menjadi bernilai, sukses akan mengejar Anda. Apakah berlian harganya sama dengan kerikil? Anda punya jawabannya. Keduanya mengalami tekanan berbeda sehingga membedakan nilainya. 


8. Jangan mengharapkan Hasil Berbeda
 

"Kegilaan: adalah melakukan sesuatu dengan cara sama berulang-ulang dan mengharapkan hasil berbeda."
Nasehat bijak Enstein di atas adalah favorit saya. Anda jangan mengharapkan hasil menjadi lebih baik jika Anda masih bertahan dengan cara yang Anda pakai sekarang. 

Dengan ungkapan lain, Anda mimpi mengharapkan otot bisep Anda menjadi lebih 'seksi' jika masih mengangkat barbel ringan terus menerus.

Jika ingin hidup Anda berubah, Anda harus berubah. Mengubah cara pikir, cara pandang dan cara melakukan sesuatu. 

Ketika Anda mengubah pikiran Anda, mengubah sudut pandang Anda, mengubah tindakan Anda, hidup Anda akan berubah dengan sendirinya.

Bayangkan hal berikut: Ada seorang gadis manis tepat di depanmu. Bandingkan kedua aksi berikut. Pertama, kamu senyum tulus, reaksi si gadis adalah membalas senyummu. Kedua, kamu melotot padanya, bisa ditebak apa reaksi si gadis? 


9. Pengetahuan terasah melalui Pengalaman
 

"Informasi bukanlah pengetahuan. Satu-satunya sumber pengetahuan adalah pengalaman."
Pengetahuan itu berasal dari pengalaman. Anda bisa mendiskusikan sebuah proyek, tapi diskusi itu hanya akan memberi Anda informasi. 

Anda harus melakukan proyek tersebut untuk 'tahu' apakah proyek tersebut berjalan dengan benar atau tidak. 

Anda harus melakukannya untuk mengatasi munculnya masalah-masalah ditengah proyek berjalan. Itu membuat Anda memiliki pengalaman baru dan bermanfaat.

Apa pesan Einstein? Carilah pengalaman! Jangan habiskan waktumu nonton sinetron cinta sementara dirimu setengah mati menginginkan pacar, misalnya. Keluar dari duniamu sekarang dan pengalaman tak ternilai menunggumu di luar sana. 


10. Pahami Aturan Main, Lalu Bermainlah Lebih Baik
 

"Anda harus memahami aturan permainan. Kemudian Anda harus bermain lebih baik daripada pemain lain."
Bagi Einstein, dia cukup memahami aturan-aturan dasar Fisika lalu berpikir dan bekerja lebih baik dibanding fisikawan lainnya. Sederhananya, Anda cukup melakukan dua hal saja.

Pertama, yang harus Anda lakukan adalah memahami 'peraturan' bagaimana cara Anda melakukannya. 

Kedua, lakukan pekerjaan tersebut lebih baik dibanding orang lain. Jika Anda mampu melakukan dua hal ini dengan baik, sukses pasti masuk ke kantong Anda


Kamis, 23 Februari 2012

“Memaafkan” merupakan pembalasan dendam yang termanis !

0 komentar
“Memaafkan” merupakan pembalasan dendam yang termanis !
Diambil dari hasil Diskusi di Group TAO Indonesia,
Dibahas oleh Melinda Lika, Albert Tjhie dan Budi Santoso



Persoalannya, kadang ada yang merasa sudah “memaafkan”, tetapi sebenarnya belum memaafkan yang sesungguhnya !
Memang benar…kata memaafkan sangat mudah untuk diucapkan, tetapi melaksanakannya sangat sulit. Apalagi masih ada rasa dongkol ha…ha…ha…   Dendam kesumbet, eh…. salah… kesumat, masih wajar… manusia…    he…he…he…   Yang penting, mau belajar untuk selalu bisa membuka hati, dengan tulus memaafkan orang lain !
Hm…kata “memaafkan”…. sederhana sekali yah… tapi memang sangat2 sulit untuk dipraktekkan.  Dibutuhkan jiwa yang besar untuk bisa “benar-benar” memaafkan dan mengampuni kesalahan orang lain terhadap diri kita.  Mungkin… karena penggunaan kata “Pembalasan Dendam” terlalu vulgar buat didengar / dibaca / dipahami.  Jadi bisa menimbulkan kesan yang seram !!!
Sebenarnya, makna yangg bisa ditangkap dari kata-kata tersebut di atas adalah, apabila ada seseorang yang pernah berbuat salah pada diri kita, akan tetapi kita tidak membalasnya dengan dendam / kebencian, namun justru dengan “memaafkan”nya.   Biasanya efek yang timbul bagi si pembuat kesalahan adalah merasa “sungkan” dan jadi “ngak enak hati”, kadang justru perasaan bersalah tersebut menjadi sebuah “senjata makan tuan” bagi si pelaku.   Apalagi jika si korban justru sebaliknya, membalasnya dengan senyuman dan tetap berbuat baik terhadap si pelaku yang sudah berbuat kesalahan. Ini menjadi “pukulan” secara halus bagi si pelaku itu sendiri, tanpa harus dilakukan dengan cara membalas dendam / dengan kebencian.
Adapun mengenai kondisi “melupakan”, rasanya sih memang sulit untuk dilakukan.   Karena di dalam memori otak yang bersangkutan, pasti akan tetap tersimpan.  Tapi… karena sudah memaafkan dengan ikhlas, semua memori negatif tersebut tidak muncul ke permukaan pikiran dan menjadi sebuah emosi negatif yang mengganggu.  jadi… betapapun sulitnya, memang jauh lebih indah apabila kita mencoba untuk belajar saling memaafkan dan mengampuni dari pada membalas dengan dendam dan kebencian.
Seperti kata pepatah “kalah jadi abu… menang jadi arang !!!”,  maka kedua belah pihak akan dirugikan bila saling menyimpan dendam dan kebencian. Namun dibalik kata “memaafkan”, kita juga harus tetap waspada dengan menggunakan WU, jangan sampai kita menjadi pihak yang “dimanfaatkan” karena sifat kita yang terlalu “pemaaf”, sehingga terkesan lemah dan tidak tegas !!! www.taoindonesia.info

Setiap Kali Buka Mulut Berucap, Selalu Menyakiti Orang Lain

0 komentar
Oleh: Flyming Lika
  • Bahasa Tionghoanya adalah "Ie Juk Go Tek Cui Re Cia". Ini sering kita lakukan, tetapi hampir tidak pernah kita sadari.
    Contoh: Seorang tamu datang ke toko seorang Tao Yu. Tanpa basa basi langsung nyeletuk: "Oh, pai (sembahyang) Thay Sang Lauw Cin, ya ? Yang gurunya ada di kota X ya ? Jangan ikuti deh, nanti bisa susah bla ...... bla...... bla...... Lebih baik ikut yang di depan itu. Hanya satu yang bisa menolong manusia, di dunia dijamin, di akhirat (maksudnya sesudah mati) pun di jamin, bla.... bla..... bla....."
    Tao Yu inipun mencoba masih bertutur sopan kepadanya, "le Juk Go, Pu Yauw Tek Cui Ren Cia" (Kalau mulai berbicara, jangan menyinggung orang lain). Kenal saja tidak!
    Si Tamu tersebut masih juga tidak menyadari bahwa dia busuk mulut. Akhirnya dengan terpaksa harus diberi pelajaran. Tao Yu inipun mulai melontarkan beberapa pertanyaan yang tidak dapat di jawab oleh sang Tamu.
    Sang Tamu-pun jadi malu karena tidak dapat menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut. Dengan rasa jengkel dan bingung, mau pulangpun jadi menuju ke belakang padahal pintu keluarnya begitu besar, setelah di beritahu arah pintupun kepalanya masih terbentur tiang. Kasihan deh!

    Apakah kita yang Siu Tao juga masih seperti ini ?

    Contoh sederhana lain, Seorang Tao Yu A baru beli hand-phone merk XYZ, Tao Yu B datang-datang mengatakan bahwa hand-phone merk XYZ ini murahan, jelek, dll. Tentu saja hal ini menjadikan Tao Yu A tersinggung, sedih dan kecewa. Padahal Tao Yu A termasuk Tao Yu yang mulai mencoba menabung, dengan uang sendiri membeli HP yang sudah diidam-idamkan sejak lama.
    Inilah contoh "busuk mulut yang usil". Ternyata Busuk Mulut masih banyak berkeliaran di Bumi ini. Apakah kita yang Siu Tao ini masih "Busuk Mulut", yang setiap kali mulai berbicara, kanan kiri tersinggung? Padahal kalau kita sudah tidak "Busuk Mulut" maka Tao kita akan naik satu tingkat lagi. Kita akan menuju ke kemuliaan hati / kebeningan hati.
    Pada dasamya, manusia itu tidak enak kalau tersinggung. Bagaimana agar kita tidak "busuk mulut" ?
    Pada saat Cing Co, flash back-lah semua yang menjadikan kita kurang, niscaya untuk selanjutnya dalam berbicara, kita akan dapat menempatkan diri kita dan juga dapat memperhatikan perasaan lawan bicara kita.
    Perlu juga perenungan kalimat ini:
    Jujur, belum tentu benar/tepat.
    Tidak jujur, belum tentu tidak tepat.
    Yang bijak-lah yang paling tepat.
    Bagaimana menjadi BIJAK, itulah persoalan kita semua!
    Padahal kalau kita mau merunut kembali, Siu Tao adalah merevisi diri menuju Tao. Untuk menuju Tao, dimulai dengan menjadi manusia seutuhnya; memanusiakan manusia. Mulailah dengan yang paling sederhana......"TIDAK BUSUK MULUT".