Total Tayangan Halaman

Tampilkan postingan dengan label Cerita Bijak. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Cerita Bijak. Tampilkan semua postingan

Selasa, 13 Maret 2012

Burung Kecil Pindah Rumah

0 komentar
copas dari: http://www.andriewongso.com/artikel/chinese_corner/5007/Burung_Kecil_Pindah_Rumah/
 有一只小鸟在忙于准备搬家,
Yǒuyī zhǐ xiǎo niǎo zài mángyú zhǔnbèi bānjiā,
Seekor burung kecil sedang sibuk untuk persiapan pindah rumahnya,

却遇到他的邻居。
Què yù dào tā de lín jū.
dan bertemu dengan tetangganya.

他的邻居问:「你要往哪里去?」
Tā de lín jū wèn:`Nǐ yào wǎng nǎ lǐ qù?'
Tetangganya bertanya: "Kamu mau ke mana?"

小鸟答:「我要搬到东边的树林去。」
Xiǎo niǎo dá:`Wǒ yào bān dào dōng bian de shù lín qù.'
Burung kecil menjawab: "Saya mau pindah ke hutan yang berada di sebelah timur."

邻居又问:「这里住得蛮好的,为甚么要搬呢?」
Lín jū yòu wèn:`Zhè lǐ zhù de mán hǎo de, wéi shèn me yào bān ne?'
Tetangga bertanya lagi: "Di sini kamu hidupnya lumayan baik, mengapa mau pindah?"

小鸟就答:「你真的有所不知!
Xiǎo niǎo jiù dá:`Nǐ zhēn de yǒu suǒ bù zhī!
Burung kecil pun menjawab, "Tidakkah kamu mengetahuinya,

这里的人都讨厌我的歌声,
Zhè lǐ de rén dōu tǎo yàn wǒ de gē shēng,
Semua orang di sini tidak suka suaraku,

说我唱得太难听,所以我必须搬家。」
Shuō wǒ chàng de tài nán tīng, suǒ yǐ wǒ bì xū bān jiā. '
Mereka mengatakan bahwa suara saya sangat jelek, jadi saya harus pindah rumah."

邻居就答道:「其实你不用搬家,
Lín jū jiù dá dào:`Qí shí nǐ bù yòng bān jiā,
Tetangganya pun berkata: "Sebenarnya kamu tidak perlu pindah,

只要改变唱歌的声音便可以。
Zhǐ yào gǎi biàn chàng gē de shēng yīn biàn kě yǐ.
tapi kamu hanya perlu mengubah suara nyanyianmu.

如果你不改变唱歌的声音,
Rú guǒ nǐ bù gǎi biàn chàng gē de shēng yīn,
Jika kamu tidak bisa mengubah / memperbaiki suara saat bernyanyi,

就算你搬到东边的树林去,
Jiù suàn nǐ bān dào dōng bian de shù lín qù,
Walaupun kamu pindah ke hutan yang berada di sebelah timur,

那里的人也一样会讨厌你。」
Nà lǐ de rén yě yī yàng huì tǎo yàn nǐ. '
Mereka yang di sana tetap tidak akan suka padamu."
Pesan Moral:
Cerita di atas, mengingatkan kita bahwa dalam kehidupan sehari-hari perlu ada introspeksi diri. Jangan selalu menyalahkan lingkungan kita, maupun mengkritik orang lain tidak cocok dengan kita, atau kita tidak cocok dengan orang tertentu. Sekali waktu, kita perlu melihat ke dalam diri sendiri. Pepatah bijak mengatakan: "Betapa bernilainya kesadaran diri". Oleh karena itu, orang tidak bisa introspeksi diri, ke mana pun orang tersebut pergi, dia akan menemukan masalah yang sama, dan akhirnya dia akan kelelahan dan tidak tahu harus pergi ke mana lagi.
Xie Shen En.

Kata-Kata Bijak Zhuge Liang (2)

0 komentar
copas dari : http://www.andriewongso.com/artikel/chinese_corner/4956/Kata-Kata_Bijak_Zhuge_Liang/


非淡泊无以明志,非宁静无以致远 (蜀.諸葛亮)
Fēi dàn bó wú yǐ míng zhì, fēi níng jìng wú yǐ zhì yuǎn (Shǔ . Zhū gé liàng)



Kata bijak di atas adalah kata bijak dari Zhū Gé Liàng (181-234 Masehi), tokoh Sam Kok/periode Tiga Negara dalam Tiongkok Kuno. Ia ahli politik, strategi dan kemiliteran, dan membantu Liu Bei di kerajaan Shu.
Kata-kata bijak di atas dibuat saat beliau saat berusia 54 tahun, dan ditujukan untuk anaknya Zhū Gé Zhān yang berumur 8 tahun. Ia menuliskannya dalam buku (Jiè zǐ shū), yang berisi harapan dan pengajaran beliau kepada anaknya.
Arti dari kata-kata bijak di atas: Jika kita menilai segala sesuatu tidak berharga dan tidak berupaya maka ambisi kita pasti tidaklah jelas; jika kita tidak menfokuskan untuk belajar, maka kita akan semakin jauh dari ambisi yang ingin kita tuju.

Kata Bijak dari Zhuge Liang (1)

0 komentar
copas dari : http://www.andriewongso.com/artikel/chinese_corner/4882/Kata_Bijak_Dari_Zhuge_Liang/


貴而不驕,勝而不恃,賢而能下,剛而能忍。(蜀.諸葛亮)
Guì ér bù jiāo, shèng ér bù shì, xián ér néng xià, gāng ér néng rěn(Shǔ . Zhū gé liàng)

Kata-kata di atas merupakan kutipan dari Zhuge Liang, tokoh Sam Kok/periode Tiga Negara dalam Tiongkok Kuno. Ia ahli politik, strategi dan kemiliteran, dan membantu Liu Bei di kerajaan Shu.
Arti dari kata-kata bijak di atas adalah:
Tidak sombong walau berada di posisi teratas,
Memiliki prestasi luar biasa tetapi tidak arogan,
Mempunyai kebajikan yang baik dan tidak menyendiri,
Memiliki kerendahan hati ketika bersosialisasi dengan anak buah,
Memiliki kepribadian yang keras namun bersikap toleran terhadap orang lain,
Itulah sikap yang seharusnya dimiliki seorang Jenderal!

Balon Bisa Mengangkasa Bukan Karena Warna

0 komentar
气球升起来不是因为颜色
Qì qiú shēng qǐ lái bu shì yīn wèi yán sè
Balon Bisa Mengangkasa Bukan Karena Warna
copas dari: http://www.andriewongso.com/artikel/chinese_corner/4865/Balon_Bisa_Mengangkasa_Bukan_Karena_Warna/



一天,几个白人小孩正在公园里玩。
Yī tiān, jǐ gè bái rén xiǎo hái zhèng zài gōng yuán lǐ wán
Suatu hari, ada beberapa anak berkulit putih sedang bermain di taman.
这时,一位卖氢气球的老人推着货车进了公园。
Zhè shí, yī wèi mài qīng qì qiú de lǎo rén tuī zhe huò chē jìn le gōng yuán.
Saat itu, ada seorang orang tua penjual balon gas mendorong gerobaknya memasuki taman.
白人小孩一窝蜂地跑了上去,每人买了一个气球,
Bái rén xiǎo hái yī wō fēng de pǎo le shàng qù, měi rén mǎi le yī gè qì qiú,
Segerombolan anak berkulit putih berlarian mendekati gerobak. Setiap anak membeli satu balon,
兴高采烈 地追逐着放飞的气球跑开了。
Xìng gāo cǎi liè de zhuī zhú zhe fang fēi de qì qiú pǎo kāi le.
Dengan gembira merekamengejar balon yang telah mengangkasa.
白人小孩的身影消失后,一个黑人小孩,
Bái rén xiǎo hái de shēn yǐng xiāo shī hòu, yī gè hēi rén xiǎo hái,
Ketika anak berkulit putih menghilang, ada seorang anak berkulit hitam,
才怯生生地走到老人的货车旁,
Cái qiè shēng shēng dì zǒu dào lǎo rén de huò chē pang
Dengan malu-malu, ia berjalan mendekati gerobak balon orang tua tersebut,
用略带恳求的语气问道:"您能卖给我一个气球吗?"
Yòng lüè dài kěn qiú de yǔ qì wèn dào: "Nín néng mài gěi wǒ yī gè qì qiú ma?"
Dengan nada memohon dia bertanya: "Maukah kakek menjual satu balon kepadaku?"
"当然可以,"老人慈祥地打量了他一下.
"Dāng rán kě yǐ," lǎo rén cí xiáng dì dǎ liang le tā yī xià.
"Tentu boleh," jawab orang tua itu dengan ramah seraya menatapnya.
温和地说,"你想要什么颜色的?"
wēn hé de shuō,"nǐ xiǎng yào shénme yánsè de?"
Dengan sopan ia bertanya, "Warna apa yang kamu mau?"
他鼓起勇气说:"我要一个黑色的。"
Tā gǔ qǐ yǒng qì shuō: "Wǒ yào yī gè hēi sè de."
Dengan penuh keberanian dia menjawab, "Saya mau yang berwarna hitam."
脸上写满沧桑的老人惊诧地看了看这个黑人小孩,
Liǎn shàng xiě mǎn cāng sāng de lǎo rén jīng chà de kàn le kàn zhè ge hēi rén xiǎo hái
Kakek tua yang penuh guratan kehidupan di wajahnya terkejut dan menatap anak berkulit hitam itu.
随即递给了他一个黑色的气球。
Suí jí dì gěi le tā yī gè hēi sè de qì qiú.
Dan kemudian memberikannya balon hitam.
他开心地接过气球,小手一松,
Tā kāi xīn dì jiē guò qì qiú, xiǎo shǒu yī sōng,
Anak itu dengan senang menerima balon tersebut, tangan kecil merenggang (melepaskan balon),
气球在微风中冉冉升起。
Qì qiú zài wéi fēng zhōng rǎn rǎn shēng qǐ
Balon dalam angin yang sepoi-sepoi itu pelan-pelan mengangkasa.
老人一边看着上升的气球,
Lǎo rén yī biān kàn zhe shàng shēng de qì qiú
Kakek tua yang di samping melihat balon yang mengangkasa,
一边用手轻轻地拍了拍他的后脑勺,说:
Yī biān yòng shǒu qīng qīng de pāi le pāi tā de hòu nǎos háo, shuō:
Dengan pelan menepuk kepala anak tersebut, dan berkata :
"记住,气球能不能升起,不是因为它的颜色,而是气球内充满了氢气。
"Jì zhù, qì qiú néng bù néng shēng qǐ, bù shì yīn wèi tā de yán sè, ér shì qì qiú nèi chōng mǎn le qīng qì
" Ingat. Balon bisa mengangkasa bukan karena warnanya, melainkan karena balon dipenuhi dengan gas hidrogen / nitrogen.
一个人的成败不是因为种族、出身
Yī gè rén de chéng bài bù shì yīn wèi zhǒng zú, chū shēn
Keberhasilan seseorang bukan karena ras, kelahirannya.
关键是你的心中有没有自信!
Guān jiàn shì nǐ de xīn zhōng yǒu méi yǒu zì xìn!
Kuncinya adalah apakah dalam hatimu mempunyai keyakinan!"
而当时那个小孩,
Ér dāng shí nà gè xiǎo hái,
Dan anak kecil tersebut,
就是美国著名心理学家詹姆斯•麦基恩•卡特尔
Jiù shì měi guó zhù míng xīn lǐ xué jiā zhān mǔ sī • mài jī ēn • kǎ tè ěr
Adalah Psikolog Amerika yang ternama: James McKeen Cattell



Pesan Moral : 
Dari cerita di atas, kita bisa mendapatkan pesan yang bermakna yakni "kesuksesan kita dapat bukan karena hal-hal fisik, tanggal lahir, dll. Tapi kunci dari kesuksesan adalah kita mempunyai keyakinan. Dengan keyakinan ini, kita tidak mudah putus asa atau patah semangat, walaupun berbagai rintangan datang menghadang. Salam sukses, luar biasa!

Senin, 12 Maret 2012

Biji Unggul Yang Sia Sia

0 komentar

Diambil dari “Intan Dalam Debu” Volume 29, Edisi Juni 2009.
ditulis oleh Welly Sanjaya

Ternyata tanah yang subur karena waktu bisa berubah menjadi tanah yang tandus, bahkan menjadi tanah comberan. Sayang biji unggulyang telah tumbuh menjadi layu dan membusuk dan akhirnya menjadi “Biji unggul yang sia-sia“.
Alkisah di suatu desa, hiduplah seorang Petani. Beliau memiliki biji unggul yang bisa menyelamatkan jiwa manusia. Cita-citanya luhur, Beliau ingin menyelamatkan banyak jiwa dengan biji unggulnya. Disetiap jiwa ibarat tanah yang harus ditanami biji itu, pada jiwa-jiwa pilihannya ditanami biji unggul itu, dipelihara dan disirami dengan segala kemampuannya agar tumbuh subur biji unggul itu dan jiwa itu terselamatkan.
Dari tahun ke tahun Beliau menanam dari satu tanah ke tanah yang lain, biji unggul itu ada yang bersemi, berakar dan tumbuh subur, tapi ada juga yang layu, kerdil dan tidak tumbuh bahkan mati.
Dari pertama yang hanya sebiji dua biji ditanamnya, menjadi lebih banyak ditanamnya, selanjutnya mulai ditebarnya biji-biji itu ke setiap tanah yang dijumpainya. Tetapi sayang, tak semua tanah yang kejatuhan biji unggul itu adalah tanah yang baik untuk ditanami. Ada biji yang jatuh di tanah subur, ada yang jatuh di tanah tandus dan ada juga yang jatuh di tanah kubangan hingga bijinya tenggelam. Ada juga yang jatuh di tanah comberan, bijinya membusuk dan mati. Semua itu dilakukan hanya karena semangat si Petani yang berbudi luhur, menganggap semua tanah adalah baik adanya, semua jiwa yang ada di tanah itu ingin diselamatkan.
Demikian waktu berjalan dengan cepat, sang petani mulai kewalahan untuk merawat biji-biji yang ditanam, dia mulai meminta pembantu-pembantunya untuk ikut mengurus dan merawat biji-biji yang telah ditanamnya, begitu pula ikut menebar biji-biji baru ke tanah-tanah baru. Dari cara dengan menebar biji begitu saja, sedikit demi sedikit mulai diseleksinya tanah-tanah yang akan ditanami dan tanah yang akan ditanami biji unggul oleh para pembantunya dibajak dan dipupuk dulu agar tanah itu siap untuk ditanami, agar tidak banyak lagi biji-biji yang jatuh ke tanah yang tidak subur hingga menjadi mubasir.
Begitulah para pembantunya bekerja, memang tidak semua pembantunya adalah pembantu yang cakap dan mengerti memilih tanah yang baik, karena juga memang semua tanah tampak di luarnya adalah sama. Ditambah dengan semangat luhur ingin menyelamatkan semua jiwa yang ada dalam tanah dari Sang Petani, sehingga hasilnya juga belum jauh berbeda, meskipun sudah jauh berkurang biji yang jatuh di tanah yang sia-sia.
Semakin lama semakin banyak biji yang ditanam, semakin banyak pula pembantu yang diajaknya untuk membantu merawat dan menyirami biji yang telah tumbuh itu. Dengan berjalannya waktu, semakin banyak jumlah pembantu Sang Petani, ternyata menimbulkan banyak persoalan baru. Beliau juga harus sibuk dengan pekerjaan barunya untuk mendidik para pembantunya, tidak semua pembantunya cakap dan bisa mengerti kemauan hati Sang Petani yang luhur.
Diantara pembantunya mulai timbul persaingan, begitu pula banyak yang mulai tidak setia bekerja untuk Sang Petani, mengesampingkan metode yang diajarkannya dan lebih mantap untuk belajar metode yang lain. Bahkan ada sejumlah pembantu yang membelot dengan membawa serta tunas-tunas dari biji-biji yang telah ditanam kepada petani dari kampung lain, membocorkan rahasia ilmu biji unggul ke pihak lain. Bahkan sejumlah pembantunya telah berkhianat menjadi pembantu petani dari kampung lain, hingga kejadian yang terakhir ini telah membuat hati Sang Petani sedih dan kesal.
Sungguh semua itu sangat melelahkan hati Sang Petani, ibarat mengangkat kuali menanak nasi. Tiada diangkat nasi telah matang, mengangkat kualinya terpaksa menahan panas dan menerima arang hitam di kedua tangan. Banyak urusan dan pikiran, meskipun tidak dipikir tetapi terasa mengganjal dihatinya. Sungguh sayang para pembantunya telah banyak membuat kesal hatinya. Ternyata tanah yang subur, karena waktu bisa berubah menjadi tanah yang tandus, bahkan menjadi tanah comberan. Sayang biji unggul yang telah tumbuh, menjadi layu dan membusuk dan pada akhirnya menjadi biji unggul yang sia-sia.
Kini di usianya yang menjelang senja, Sang Petani belum dapat berlega hati, dia masih harus tertatih-tatih menebar biji-biji itu. Juga masih harus mengajar cara menanam dan memelihara kepada para pembantunya, sebagian besar para pembantunya masih sulit diandalkan. Apakah cara mengajarnya kurang tepat ? Tentu tidak. Hanya karena memang tanah yang subur dan unggul sulit dicari. Biji-biji ungggul yang ditanam banyak yang tidak tumbuh subur, seperti yang diharapkan. Yang diharapkan hanya semoga biji-biji unggul yang telah tumbuh menjadi tunas, tidak menjadi biji-biji unggul yang sia-sia !

Salam TAO

Kamis, 08 Maret 2012

MUNGKIN BENAR....

0 komentar

MUNGKIN BENAR....(Pembahasan tentang Kung Tek)

Diambil dari arsip diskusi di http://siutao.com
Diskusi antara SHAN MAO, FOX, Tjing Wen, Tommy Wong999, Sponbob, Jungthat dan Reds Dragon, pada November 2007.

Saya pernah berpikir, kemungkinan memang benar kalau orang yang kaya harta dan kaya akan keinginan untuk berbuat amal dengan tulus itu lebih disayang TAO, dari pada orang yang ngak punya apa2, tapi justru malah sering nge’gerundel secara sirik dan menyebarkan gossip dimana2 untuk memusuhi orang kaya !!!  Bagi kita Umat TAO memang semua orang itu baik orang “Kaya”, “Miskin” ataupun “Setengah Miskin”, diberikan kesempatan yang sama untuk berbuat “Kong Tek” (amal kebajikan).
Namun rasanya saya bisa memahami kalau ada yang mengatakan bahwa : “Orang kaya yang selalu berbuat amal kebajikan dengan tulus, akan lebih disayang oleh TAO, dari pada orang miskin yang kikir untuk berbuat “Kong Tek” (amal kebajikan) !!!    Makanya kita yang SIUTAO dengan benar, seharusnya bisa selalu berusaha mempersiapkan diri dalam segala aspek kehidupan, agar Dewa/Dewi (Shen/Shien) berkenan memberikan segala bentuk HOKI kepada kita, yang nantinya akan sangat berguna bagi diri kita untuk mencapai “TEK TAO” (mendapatkan TAO).
Percayalah bahwa Dewa/Dewi (Shen/Shien) hanya akan memberikan HOKI kepada Umat yang memang telah siap menerima HOKI tersebut, kalau belum apa2 sudah berniat menjadi orang malas dan miskin, maka percayalah, itu juga akan terkabul berkat kemauan dirinya sendiri. Ha… ha… ha…
“Kesempatan berbuat Kung Tek” adalah sama bagi siapapun juga, karena perbuatan “Kung Tek” tidak melulu dengan harta saja !!!   Nah sekarang kalau ada dua orang yang sama tingkatan moralnya, yang satu kaya raya, dan yang satu miskin habis, maka jelas terlihat kalau cuma manusianya saja yang sama dan tak ada bedanya.    Tapi yang kaya harta, tetaplah menang satu modal, yaitu kekayaannya itu, sehingga kalau dibilang dalam menggapai kesempatan berbuat Kung Tek, jelas yang kaya harta lebih menguntungkan donk !!!
Hanya saja, kita harus tetap waspada, karena harta benda sering dapat membutakan mata hati seseorang, sehingga sering orang yang kaya raya melupakan TAO YANG MAHA AGUNG.   Sehingga sering kali kita bisa dengar perkataan dari mulut orang kaya raya yang keblinger berkata bahwa : “Dia sudah tidak membutuhkan TAO lagi !!!”    Namun, yah… wajarlah, karena Kekayaannya itu telah membuat dia jadi “Buta”.
Lain lagi kalau sudah MISKIN masih menyebar kebodohan dengan mengatakan bahwa TAO ITU TIDAK ADA !!!   Kalau ini sih hanya bisa dimaklumi sajalah…  bahwa memang dia itu merupakan KETURUNAN ORANG ber-IQ JONGKOK.
Nah dengan demikian kita bisa mengerti bahwa : “Sebagai orang yang SIUTAO, tidak boleh takut menjadi kaya, karena jika SIUTAO-nya benar, walaupun kaya seperti apapun, tetap saja dia tidak akan diperbudak oleh harta kekayaannya !!!”    Malahan sebaliknya, dia bisa menggunakan segala kekayaannya itu, dijalan SIUTAO dengan cara yang tepat guna !!!    Sehingga bisa menjadi semakin kaya, baik didalam hal keduniawian maupun spiritualitasnya.
Sedangkan bagi yang belum terlalu kaya, mestinya kita juga harus bisa “mempersiapakan diri”, dengan belajar pengetahuan Ajaran Agama TAO yang lebih baik, belajar ketrampilan2 agar bisa memiliki penghidupan yang lebih baik lagi.    CIANG TAO dengan benar, membantu acara2 ritual keagamaan dengan sekuat tenaga, giat bekerja dan belajar sambil berdoa dengan tekun.   Setelah semuanya siap, maka yakinlah pasti akan tiba gilirannya bahwa anda juga merupakan orang kaya berikutnya.    Ha… ha… ha…
Pesan Moralnya : “BAGI YANG SUDAH KAYA, HARUS SELALU INGAT BAHWA KEKAYAANNYA ITU TIDAK AKAN BISA DIBAWA MATI, BAGI YANG MASIH MISKIN JANGAN PUTUS ASA DALAM MEMPERSIAPKAN DIRI MENYONGSONG HOKI DARI TAO !“
Di dalam Ajaran Agama TAO, kita disarankan untuk hidup secara sederhana, apakah ini berarti kita tidak boleh untuk senantiasa mengejar harta kekayaan ?    Padahal, biasanya manusia itu selalu berambisi untuk mencari harta sebanyak2nya dan jika tidak mempunyai usaha/semangat/motivasi yang tinggi, maka akan sulit untuk bisa sukses dan menjadi orang kaya.    Lalu, secara alamiah bagaimana cara kita untuk bisa menjadi orang kaya secara benar ?   Boleh saja khan, kita mengejar harta kekayaan SEMBARI hidup secara sederhana. Jaman semakin “rawan”, ada baiknya orang yang sudah kaya sekalipun bisa selalu hidup secara sederhana.
AGAMA TAO tidak melarang orang menjadi kaya harta apalagi kaya batin, bahkan dianjurkan keduanya kalau bisa di SIU (dijalankan) pada waktu yang bersamaan.   Untuk itu ada pepatah yang populer dalam AGAMA TAO mengatakan : “JUN ZI AI JAI, QI ZHI YOU TAO” artinya Manusia sejati juga membutuhkan harta benda, memperolehnya harus dengan cara2 yang sesuai dengan Ajaran AGAMA TAO.    “JAI BU LU YAN, SHENG HUO JIN JIAN, XIAO YAO ZI CAI, HUO BU LING MEN” artinya Tidak pamer kekayaan, hidup sederhana dan rajin bekerja, hati santai selalu mengikuti alamiah, malapetaka akan selalu jauh dari dirinya.
Nah…, dari kedua ungkapan ini, kita bisa tahu bahwa untuk menjadi manusia sejati haruslah selalu bisa mengembangkan diri di dalam segala bidang kehidupan, tentunya dalam hal2 yang positif lho !!!    Dengan demikian, tentunya secara alamiah kita sudah bisa mempersiapkan diri menjadi orang yang sukses, termasuk sukses untuk menjadi orang kaya.
Sehingga mau tidak mau, berambisi atau tidak, pasti kesempatan akan datang menghampirinya, tinggal bagaimana menentukan “Jalan”nya, mau jadi orang kaya yang seperti apa ???    Bagi saya pribadi, kalau bisa sih… menjadi orang yang kaya batin sekaligus kaya harta, sehingga saya bisa tetap hidup sederhana dan tetap banyak berbuat “Kung Tek” (amal kebajikan) !!!    Ha… ha… ha…
Itulah pentingnya kita belajar AGAMA TAO, supaya kita bisa mempersiapkan diri secara lahir dan batin, dalam menyongsong kesuksesan dikemudian hari !!!    Dengan berpedoman, kalau berhasil yah… kita bersyukur, kalau belum berhasil, yah… harus tetap bersyukur juga, dengan tetap selalu merevisi diri (SIUTAO).
Memang ada ungkapan yang mengatakan “JAI MI XIN JIAO, BU DE SHAN ZHONG” yang artinya harta benda sering membutakan mata hati, sehingga banyak yang berakhir secara menyedihkan !!! Artinya, kekuatan “magic” harta benda itu sangat besar, rayuan harta benda sering membuat orang kehilangan hati nurani !!!    Disinilah pentingnya Umat AGAMA TAO untuk selalu waspada dan selalu berpegang teguh kepada Ajaran AGAMA TAO, supaya kita tidak jatuh menjadi “Budak Harta” seperti kebanyakan manusia awam.
Besar kecilnya “Kung Tek”, tidak ditentukan oleh penilaian manusia, oleh karena itu carilah selalu kesempatan untuk berbuat “Kung Tek”,  “Kung Tek” adalah perilaku yang terbaik umat manusia.    Jadi… ngak usah dipikirkan seberapa besar “Kung Tek” yang dapat kita perbuat, sekecil apapun bantuan yang dapat kita berikan, pasti bermanfaat bagi orang lain.
Ingat sebuah pepatah dalam hal membantu seseorang yaitu : “Lebih baik memberi kail/pancing dari pada memberi ikan !“    Tapi ada satu hal lagi yang tidak boleh kita lupakan,  jangan lupa…  berdayakan terlebih dahulu diri sendiri dengan meningkatkan kemampuan diri, baru bisa menolong orang lain.
Ini sesuai dengan anjuran : “Sebelum menolong orang lain, harus bisa menolong diri sendiri dulu !!!”

Hidup adalah Pilihan

0 komentar
Ada 2 bibit tanaman yang terhampar di sebuah ladang yang subur. Bibit yang pertama berkata, "Aku ingin tumbuh besar,aku ingin menjejakkan akarku dalam2 di tanah ini dan menjulangkan tunas2ku diatas kerasnya tanah ini. Aku ingin membentangkan semua tunasku untuk menyampaikan salam musim semi. Aku ingin merasakan kehangatan matahari dan kelembutan embun pagi di pucuk2 daunku"...Dan bibit itupun tumbuh,makin menjulang...

Bibit yang kedua berguman..."Aku takut,jika kutanamkan akarku ke dalam tanah ini,aku tak tahu apa yang akan kutemui dibawah sana.Bukankah disana sangat gelap? Dan jika kuteroboskan tunasku keatas,bukankah nanti keindahan tunas2ku akan hilang? Tunasku ini pasti akan terkoyak.Apa yang akan terjadi jika tunasku terbuka,dan siput2 mencoba untuk memakannya? Dan pasti jika aku tumbuh dan merekah,semua anak kecil akan berusaha untuk mencabutku dari tanah. Tidak! Akan lebih baik jika aku menunggu sampai semuanya aman"...Dan bibit itupun menunggu dalam kesendirian.
Beberapa pekan kemudian seekor ayam mengais tanah itu,menemukan bibit yang kedua tadi dan menaploknya segera.

Memang selalu ada saja pilihan dalam hidup. Selalu saja ada lakon2 yang harus kita jalani. Namun seringkali kita berada dalam kepesimisan,kengerian,keraguan,kebimbangan2 yang kita ciptakan sendiri. Kita kerap terbuai dengan alasan2 untuk tak mau melangkah,tak mau menatap hidup.
Karena hidup adalah pilihan, maka hadapilah itu dengan gagah..Dan karena hidup adalah pilihan,maka pilihlah dengan bijak... 

10 Nasehat Bijak Einstein Tentang Hidup Sukses

0 komentar
Tak perlu bersiap-siap mengernyitkan kening, kita hanya akan membahas ringan tentang filosofi hidup singkat Einstein.

Tidak ada Fisika, nuklir, atau hal-hal jenius lainnya. Hanya hal kecil tapi sering terlupakan, padahal berpengaruh besar terhadap kehidupan kita. Apa saja nasehat bijak Einstein? Yuk kita lihat.
1. Buntuti Terus Rasa Ingin Tahu Anda 
"Saya bukan memiliki bakat khusus. Hanya selalu menikmati rasa ingin tahu saja."
Membaca kutipan Einstein di atas membuat kita bertanya-tanya. Seperti apa rasa ingin tahu itu? Saya selalu bertanya-tanya mengapa ada orang sukses, sementara banyak lainnya gagal?

Karena itu banyak-banyaklah menghabiskan banyak waktu membaca banyak bahan. Mencari tahu koneksi berbagai hal terhadap kata 'sukses'. Mengejar jawaban rasa ingin tahu Anda adalah kunci rahasia kesukesan. 


2. Tekun itu Tak Ternilai
 

"Saya bukannya pintar, boleh dikatakan hanya bertahan lebih lama menghadapi masalah."
Bayangkan seekor kura-kura di tengah rimba gunung, sementara dia ingin menuju pantai. Atau, apakah Anda setekun tunas mangga terus-menerus bertumbuh, berkembang sehingga akhirnya berbuah?

Ada ungkapan bagus yang popular di kalangan pegawai pos, 'Selembar prangko menjadi bernilai hanya karena ketika dia menempel pada surat hingga mengantarnya sampai ke tujuan'. Jadilah seperti prangko, selesaikan apa yang sudah Anda mulai. 


3. Fokus pada saat ini.
 

"Seorang pria yang bisa menyetir dengan aman sementara mencium gadis cantik, sebenarnya tidak memberi penghargaan yang layak untuk ciumannya itu."
Einstein kok ngomongin tentang ciuman ya? Ah, itu kan hanya istilah saja, Tapi saya ingin cerita tentang kejadian ketika sesorang menjaga kebun duren di kebun. 

Begitu banyak kera seperti menunggu si penjaga lengah dan menyikat durian ranum di atas pohon. Kemudian seorang lainnya berkata, bahwa Anda tak akan bisa menembak dua kera sekaligus. 

Pengertian yang bisa disimpulkan atas kata-kata tersebut adalah, 'Seseorang bisa melakukan banyak hal, tapi bukan semua hal sekaligus'. 

Belajar untuk 'berada di sini, saat ini', berikan perhatian kepada apa yang sedang Anda kerjakan. Energi terfokus adalah sumber kekuatan. Itulah perbedaan antara kesuksesan dan kegagalan. 


4. Imaginasi adalah kekuatan
 

"Imaginasi adalah segalanya. Imaginasi adalah penarik masa depan. Imaginasi lebih penting daripada pengetahuan."
Ungkapan Einstein ini sangat terkenal. Apakah Anda berimajinasi setiap hari? Imaginasi lebih penting dari pengetahuan! 

Imaginasi memainkan satu babak awal dalam pentas hidup masa depan Anda. Lagi, kata Einstein, "Tanda kejeneniusan sesungguhnya bukanlah pengetahuan melainkan imaginasi."

Sekali lagi, apakah Anda sudah melatih otot-otot imaginasi Anda setiap hari? Jangan biarkan otot-otot itu menjadi kurus dan sakit-sakitan. 

Hidup tanpa imajinasi seperti mengikuti aliran sungai, pasrah mengikuti apapun kemauan dan ke mana arahnya. Tak memiliki kuasa atas apapun terhadap pilihan ataupun keinginan. Menyedihkan. 


5. Buat Kesalahan
 

"Seseorang yang tidak pernah membuat kesalahan sebenarnya tak pernah mencoba sesuatu yang baru."
Einstein tak pernah takut dengan kesalahan. Tak perlu alergi dengan kesalahan. Catat baik-baik, KESALAHAN bukan KEGAGALAN. 

Dua hal tadi berbeda. Kesalahan-kesalahan dapat membantu Anda menjadi lebih baik, lebih cepat, lebih cerdas, jika Anda menggunakannya dengan tepat tentunya.

Carilah sesuatu berbau baru (something new) dari kesalahan Anda. Seperti sudah dibilang sebelumnya, jika ingin sukses, belajar lebih banyak dari kesalahan Anda. 


6. Hidup pada saat ini
 

"Saya tak pernah memikirkan masa depan–itu akan datang sesaat lagi."
Satu-satunya jalan agar hidup Anda baik dimasa depan adalah hidup dengan baik pada saat sekarang. Ah, lagi-lagi nasehat bijak untuk menyikapi waktu dengan tepat oleh pakar fisika quantum Einstein.

Sangat tak mungkin mengubah kemarin karena sudah terjadi. Yang bisa Anda lakukan sekarang adalah mengubah cara pandang Anda saat ini tentang kemarin agar menjadi lebih baik. 

Anda juga tidak bisa mengubah besok menjadi lebih baik, kecuali jika Anda melakukan yang terbaik pada saat ini. Masalahnya hanya tentang waktu, dan waktu tidak pernah ke mana-mana kok. 


7. Hargai diri Anda
 
"Berusahalah dengan keras bukan untuk menjadi sukses, tapi untuk menjadi lebih berharga."
Tak perlu lah banting tulang untuk menjadi lebih sukes. Luangkan waktu Anda untuk menaikkan nilai diri Anda. 

Jika Anda memang bernilai, sukses akan datang menghampiri Anda. Apakah Einstein bekerja lebih keras untuk sukses? Mungkin dia hanya terus menerus berinvestasi untuk meningkatkan nilai dirinya. Sukses datang sendiri kepadanya.

Kenali bakat dan berkah karunia-Nya kepada Anda. Belajarlah mengasah mereka menjadi lebih tajam, gunakan untuk memberi manfaat sebanyak-banyaknyak kepada orang lain.

Bekerjalah untuk menjadi bernilai, sukses akan mengejar Anda. Apakah berlian harganya sama dengan kerikil? Anda punya jawabannya. Keduanya mengalami tekanan berbeda sehingga membedakan nilainya. 


8. Jangan mengharapkan Hasil Berbeda
 

"Kegilaan: adalah melakukan sesuatu dengan cara sama berulang-ulang dan mengharapkan hasil berbeda."
Nasehat bijak Enstein di atas adalah favorit saya. Anda jangan mengharapkan hasil menjadi lebih baik jika Anda masih bertahan dengan cara yang Anda pakai sekarang. 

Dengan ungkapan lain, Anda mimpi mengharapkan otot bisep Anda menjadi lebih 'seksi' jika masih mengangkat barbel ringan terus menerus.

Jika ingin hidup Anda berubah, Anda harus berubah. Mengubah cara pikir, cara pandang dan cara melakukan sesuatu. 

Ketika Anda mengubah pikiran Anda, mengubah sudut pandang Anda, mengubah tindakan Anda, hidup Anda akan berubah dengan sendirinya.

Bayangkan hal berikut: Ada seorang gadis manis tepat di depanmu. Bandingkan kedua aksi berikut. Pertama, kamu senyum tulus, reaksi si gadis adalah membalas senyummu. Kedua, kamu melotot padanya, bisa ditebak apa reaksi si gadis? 


9. Pengetahuan terasah melalui Pengalaman
 

"Informasi bukanlah pengetahuan. Satu-satunya sumber pengetahuan adalah pengalaman."
Pengetahuan itu berasal dari pengalaman. Anda bisa mendiskusikan sebuah proyek, tapi diskusi itu hanya akan memberi Anda informasi. 

Anda harus melakukan proyek tersebut untuk 'tahu' apakah proyek tersebut berjalan dengan benar atau tidak. 

Anda harus melakukannya untuk mengatasi munculnya masalah-masalah ditengah proyek berjalan. Itu membuat Anda memiliki pengalaman baru dan bermanfaat.

Apa pesan Einstein? Carilah pengalaman! Jangan habiskan waktumu nonton sinetron cinta sementara dirimu setengah mati menginginkan pacar, misalnya. Keluar dari duniamu sekarang dan pengalaman tak ternilai menunggumu di luar sana. 


10. Pahami Aturan Main, Lalu Bermainlah Lebih Baik
 

"Anda harus memahami aturan permainan. Kemudian Anda harus bermain lebih baik daripada pemain lain."
Bagi Einstein, dia cukup memahami aturan-aturan dasar Fisika lalu berpikir dan bekerja lebih baik dibanding fisikawan lainnya. Sederhananya, Anda cukup melakukan dua hal saja.

Pertama, yang harus Anda lakukan adalah memahami 'peraturan' bagaimana cara Anda melakukannya. 

Kedua, lakukan pekerjaan tersebut lebih baik dibanding orang lain. Jika Anda mampu melakukan dua hal ini dengan baik, sukses pasti masuk ke kantong Anda